Konsep Rezeki yang Perlu Diketahui dan 4 Cara Menjemputnya!
ayat Al-Quran tentang perintah zakat

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

“Bagaimana konsep rezeki itu sebenarnya? Adakah dengan berdiam diri seseorang bisa mendapat rezeki? Yuk, pelajari konsep rezeki yang sebenarnya seperti apa?”

Kalau kita mau bergerak, ada itu rezeki. Jadi kalau kita mau begerak, maka rezeki itu turun. Ada yang diakumulasikan, ada yang langsung diturunkan. Jadi tidak bisa mendapatkan rezeki dengan diam, tapi jangan ikhtiar  dalam gerak yang negatif, tapi arah yang positif. Seseorang yang menempuh dengan cara maksiat, maka akan menimbulkan persoalan. Karena itu carilah rezeki dengan cara yang lurus, yang dibenarkan dalam syariat islam.” Terang Ustadz Adi Hidayat dalam kajian tentang konsep rezeki.

Mengenal Konsep Rezeki

konsep rezeki

Idealnya untuk mendapatkan rezeki harus dijemput dengan cara yang halal dan konsumsi dengan cara yang tayyib (baik). Jadi mencari rezekinya di atas bumi dengan ikhtiar di setiap tempat yang mampu untuk kita pijaki. Kalau tidak dapat di satu tempat, maka bisa cari di tempat yang lain. Karena sesungguhnya Allah telah menjamin rezeki setiap hambaNya.

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.” (QS. Al-Isra: 30)

4 Hal yang Mendukung Konsep Rezeki

konsep rezeki

4 hal ini mendatangkan rezeki kepada kita, bukan karena Allah kasih kemudahan, tapi dimana saja posisi kita maka Allah akan datangkan rezeki kepada kita menurut Syekh Ali Jaber rahimahullah.

Inilah 4 hal yang menjamin datangnya rezeki, yaitu:

Pertama, qiyamul lail yaitu berdiri di malam hari dengan beribadah kepada Allah SWT. Contohnya mendirikan sholat tahajjud, tilawah quran, berdzikir, dsb. Saat kita berdiri lama, walaupun baca satu ayat, walaupun baca surat pendek, maka tidak menjadi masalah. Sebab, Allah paling senang mendengar doa dan munajat kita di malam hari.

Kedua, perbanyak istighfar waktu sahur. Kira-kira 30 menit sebelum adzan subuh. Bahkan ini termasuk ibadah yang terbaik di waktu sahur yaitu dengan fokus beristighfar. Bisa dengan membaca sayyidul istighfar.

Baca juga: Mengapa Dianjurkan Istighfar Setelah Sholat?

Ketiga, perbanyak sedekah. Istiqomah bersedekah dengan terus menerus bersedekah, baik pada pagi hari, siang hari dan malam hari. Begitupun berikutnya. Kita beri sedekah, kemudian Allah akan menggantinya. Setiap kita merasa ada berita baik atau buruk, langsung segera bersedekah. Ikatkan seolah-olah kita sudah mengadakan perjanjian dengan sedekah. Baik dalam keadaan kelapangan atau kesempitan, baik saat sehat ataupun sakit.

Baca juga: Kisah Nyata: Sedekah Membuka Pintu Rezeki

Allah SWT berfirman, artinya: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)

Keempat, berdzikir pagi hari dan sore hari. Sangat dianjurkan bagi seorang muslim untuk mengamalkan dzikir pagi dan petang untuk senantiasa mengingat Allah SWT sebelum memulai aktivitasnya. Dzikir pagi bisa dibaca setelah sholat subuh hingga matahari meninggi di waktu dhuha. Sedangkan dzikir petang dapat dibaca setelah sholat Ashar hingga menjelang waktu Isya.

Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.” (QS. Al-Ahzab: 41-42)

Baca juga: 4 Hal yang Mendatangkan Rezeki

Konsep Rezeki: Usaha, Ikhtiar dan Tawakkal Pada Allah

konsep rezeki

Rezeki tidak akan salah alamat. rezeki tidak akan salah orang. rezeki akan datang dimanapun kita berada, asal kita percaya dan tetap kita berusaha serta ikhtiar. Karena usaha dan ikhtiar tidak mengurangi sifat tawakkal kepada Allah. Tapi menyempurnakan usaha itu, dengan kekuatan iman dan yakin serta percaya. Bukan usaha yang mendatangkan rezeki, tapi Allah yang menghantarkan rezeki dan kemudahan urusan kita,” nasihat Syekh Ali Jaber rahimahullah.

 

More
articles