Bukti Cinta Kepada Rasulullah dan Alasannya!
Metode Mendidik Anak Ala Rasulullah SAW

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

Penting bagi seorang muslim menunjukkan bukti cinta kepada Rasulullah SAW. Terlebih Rasulullah juga telah amat menyayangi seluruh umatnya bahkan selalu memohonkan keselamatan untuk umatnya.

Banyak orang yang mengaku mencintai Rasulullah SAW. Tetapi, pada realitanya pengakuan tersebut hanyalah pengakuan dan omong kosong belaka. Karena, setelah amal ibadahnya diukur dengan ajaran Rasulullah SAW, ternyata masih jauh dari tuntunannya.

Mencintai Rasulullah SAW bukan hanya perbuatan hati, harus ada pembuktian berupa perkataan dan perbuatan yang termasuk kategori mencintai Rasulullah SAW. Hal itu bisa didapatkan seorang muslim bila ia mengikuti sumber-sumber yang benar, yaitu Al-Qur’an dan hadist-hadist Nabi SAW.

Bukti Cinta Kepada Rasulullah SAW

bukti cinta kepada Rasulullah

  1. Mentaati dan Mengikuti Rasulullah SAW

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, “Katakanlah, ‘Jika kalian mencintai Allah maka ikutilah Rasulullah, niscaya Allah akan mencintai dan mengampuni dosa-dosa kalian’, Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” (QS. Ali Imron [3]: 31)

 

  1. Memuliakan dan Membela Rasulullah

Allah SWT berfirman:

“…Mereka yang beriman kepada Nabi Muhammad, memuliakannya, membelanya, dan mengikuti Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-A’raf [7]: 157)

BUKTI CINTA KEPADA RASULULLAH

  1. Sering mengingat Rasulullah SAW, berkeinginan dan rindu untuk berjumpa dengannya

Anas bin Malik ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

Ada seorang sahabat bertanya kepada Nabi SAW tentang kapa terjadinya hari kiamat. Maka Nabi SAW bersabda kepadanya, “Apa yang engkau persiapkan untuk menghadapinya? Sahabat tersebut menjawab, “Aku tidak menyiapkan apa-apa kecuali hanya kecintaanku kepada Allah dan Rasul-Nya.” Maka Rasulullah SAW bersabda: “Engkau akan bersama orang yang engkau cintai.” Maka Anas ra. pun berkata, “Sabda Nabi SAW tersebut sangat membahagiakanku, karena aku mencintai Nabi SAW, Abu Bakar dan Umar ra. Aku berharap semoga dengan kecintaanku kepada mereka akan dikumpulkan bersama mereka walaupun aku tidak mampu beramal seperti amalan mereka.” (HR. Bukhari)

 

  1. Mencintai kerabat, keluarga, istri dan para sahabat Rasulullah SAW

Rasulullah SAW bersabda: “Aku ingatkan kalian dengan nama Allah untuk mencintai keluargaku.” (HR. Muslim)

Begitu juga mencintai para sahabat yang telah berjuang bersama Rasulullah SAW dengan jiwa, raga dan hartanya.

Allah SWT berfirman: “Harta rampasan perang itu untuk orang-orang fakir Muhajirin yang diusir dari Mekkan dan mereka hijrah meninggalkan harta benda karena mencari karunia Allah dan keridhoan-Nya dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya. Orang-orang Anshor yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum kedatangan Muhajirin. Kaum Anshor mencintai orang Muhajirin yang berhijrah kepada mereka. Kaum Anshor tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa saja yang diberikan kepada Muhajirin. Mereka mengutamakan orang-orang Muhajirin atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Hasyr [59] : 8-9)

Baca juga: 4 Tanda Cinta Kepada Rasulullah SAW

Alasan Perlunya Bukti Cinta Kepada Rasulullah SAW

BUKTI CINTA KEPADA RASULULLAH

Dibalik agama Islam yang kita menjadi pilihan hidup kita, Rasulullah SAW merupakan sosok yang paling berjasa atas sampainya agama islam ke dalam jiwa raga kita setelah hidayah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Baca juga: Buah Manis dari Mencintai Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam

Apalagi, kecintaan Rasulullah SAW terhadap umatnya sangatlah besar. Hal ini dibuktikan dengan gigihnya perjuangan Rasulullah dalam berdakwah dan menyampaikan islam kepada kita para umatnya, sehingga kita pun dapat mengecap manisnya ajaran islam hingga saat ini.

Maka sangatlah pantas apabila kecintaan Rasulullah kepada kita selaku umatnya dibalas dengan kecintaan kita kepada Rasulullah, melebihhi kecintaan kita terhadap diri sendiri.

Referensi: Tim LBKI, Mencintai Rosululloh, 2019, Lembaga Buku Kecil Islami

More
articles