Hadits Perbanyak Doa di Hari Jumat
Makna Musibah Bagi Orang Beriman

Date

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

“Tahukah sahabat bahwa banyak keutamaan di hari Jumat. Bahkan terdapat anjuran tentang hadits perbanyak doa di hari Jumat. Apa sajakah keutamaan hari Jumat dan mengapa harus perbanyak doa di hari mulia tersebut?”

Keutamaan Hari Jumat & Hadits Perbanyak Doa di Hari Jumat

Hadits Perbanyak Doa di Hari Jumat

Ada beberapa hadits yang menyatakan bahwa hari Jumat itu adalah hari yang sebaik-baiknya. Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Sebaik-baik hari yang terbit mataharinya adalah hari Jumat. Pada hari itulah Adam diciptakan, pada waktu itu pula ia dimasukan dalam surga dan waktu itu juga ia keluarkan dari padannya. Kiamat pun tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat.” (Diriwayatkan oleh Muslim, Abu Daud, Nasa’i serta Turmudzi yang mensahkannya)

 

Dan dari Abu Lubanah al Badri r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda:

“Penghulu sekalian hari, adalah hari Jumat, dan ia merupakan hari terbesar di sisi Allah Ta’ala, bahkan bagi-Nya ia lebih besar dari hari raya ‘Idul Fitri atau ‘Idul Adha. Pada hari Jumat itu terjadi lima peristiwa, yaitu: Allah ‘azza wajalla menciptakan Adam a.s., Allah Ta’ala menurunkan Adam ke bumi, Allah Ta’ala mewafatkan Adam, dan pada hari Jumat itu ada suatu saat dimana tidak seorang hamba pun memohonkan sesuatu pada-Nya, kecuali akan dikabulkan Allah permohonannya itu selama yang dimintanya itu bukan sesuatu yang haram, serta pada hari Jumat itu pula terjadinya Kiamat. Maka tiada satu Malaikat Muqarrabin pun, tiada pula langit, bumi, angin, gunung, atau lautan, melainkan semua-nya takut belaka pada hari Jumat.”

(Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Ahmad, sedang menurut ‘Iraqi isnad hadits ini adalah hasan)

Baca juga: Adab dan 10 Amalan Pada Hari Jumat

Hadits Perbanyak Doa di Hari Jumat

Hadits Perbanyak Doa di Hari Jumat

Sepatutnya seseorang itu berdoa pada saat terakhir dari hari Jumat. Dari Abdullah bin Salam r.a., katanya:,

“Pada suatu ketika saya mengatakan, dan waktu itu Rasulullah saw, sedang duduk: ‘Dalam Kitabullah kita beroleh keterangan bahwa pada hari Jumat itu ada suatu saat, dimana tiada seorang hamba Mukmin pun bershalat lalu berdoa kepada Allah Ta’ala sedang waktunya bertepatan dengan saat tersebut, melainkan Allah pasti akan mengabulkan permohonannya’. ‘Tiba-tiba.” Kata Abdullah pula, “Rasulullah saw. memberi isyarat pula kepadaku dan mengatakan: ‘Atau sekejap saat. ‘Benar, atau sekejap saat’, kataku pula, ‘tapi kapankah waktunya’? Ujar beliau: ‘Ialah saat terakhir pada siang hari Jumat itu’. Tanyaku pula: ‘Bukankah pada waktu itu tidak boleh bershalat’? Maka ujar Nabi saw: ‘Benar, tapi seorang Mukmin itu apabila telah selesai bershalat, lalu duduk menantikan shalat berikutnya, berarti masih dalam bershalat’.” (Riwayat Ibnu Majah)

 

Dan dari Abu Sa’id serta Abu Hurairah r.a., bahwa Nabi saw. bersabda:

“Pada hari Jumat itu ada suatu saat, dimana tidak seorang Muslim pun yang memohonkan sesuatu kebaikan kepada Allah Ta’ala dan waktunya bertepatan dengan saat itu, melainkan pasti Allah akan mengabulkan permohonannya. Dan saat itu ialah sesudah ‘Ashar.” (Diriwayatkan oleh Ahmad. dan menurut ‘Iraqi, hadits ini shahih)

Baca juga: Amalan Khusus di Hari Jumat Bagi Umat Muslim

Hadits Perbanyak Doa di Hari Jumat

Kemudian dari Jabir r.a., dari Nabi saw., sabdanya:

“Hari Jumat itu terdiri dari dua belas saat, di antaranya terdapat suatu saat, dimana tiada seorang hamba Muslim pun yang memohonkan sesuatu kepada Allah Ta’ala, dan waktunya bertepatan dengan saat itu, melainkan akan dikabulkan oleh Allah. Dan carilah saat itu pada waktu-waktu terakhir setelah ‘Ashar!”

(Diriwayatkan oleh Nasa’i dan Abu Daud, juga oleh Hakim dalam Al-Mustadrak dan dinyatakan shahih menurut syarat Muslim. Juga Hafizh dalam buku Al-Fath menganggap isnadnya hasan)

Hadits Perbanyak Doa di Hari Jumat

Dan diterima dari Abu Salamah bin Abdurrahman r.a. bahwa ada beberapa orang sahabat Rasulullah saw berkumpul sambil membicarakan soal saat yang makbul pada hari Jumat. Kemudian mereka berpisah dan sama sepakat bahwa saat yang makbul itu ialah pada saat yang akhir.” (Diriwayatkan oleh Sa’id dalam Sunannya dan disahkan oleh Hafizh dalam Al-Fath)

 

Ahmad bin Hanbal mengatakan bahwa kebanyakan hadits-hadits yang diterima, menyatakan bahwa saat itu jatuh sehabis ‘Ashar, tapi dapat pula diharapkan datangnya saat itu setelah tergelincir matahari. Adapun hadits riwayat Muslim dan Abu Daud yang diterima dari Abu Musa r.a. bahwa ia mendengar Nabi saw. menyatakan bahwa saat makbul itu ialah di antara waktu imam duduk di atas mimbar sampai selesai shalat, maka hadits itu mudtharib dan artinya terputus sanadnya.

Selain sunnah untuk perbanyak doa di hari Jumat, sahabat juga dapat mengiringi doa dengan amalan sedekah Jumat. InsyaAllah berkah didapat, pahala berlipat. Mudah-mudahan segala doa dapat diijabah oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Sedekah Jumat via bantusesama lebih mudah!

Atau Sedekah Jumat melalui rekening infak UCare Indonesia

REKENING INFAK
BSI 685 664 7010
BCA 066 327 1960
Mandiri 167 000 2432 085
A.n Yayasan Ukhuwah Care Indonesia

Informasi lengkap dan konfirmasi:
Telp. (021) 8896 0316
Konfirmasi: 0822 2333 9773

Daftar Pustaka: Sabbiq, Sayyid. (1976). Fikih Sunnah 2.  Bandung: PT Alma’arif

More
articles